by

3 Pendekatan metode Dakwah secara Fardiyah

Pendidikan Dakwah Ar-RisalahDakwah fardiyah ialah ajakan atau seruan kejalan Allah yang dilakukan seorang Da’i (penyeru) kepada orang lain secara individual, dengan tujuan memindahkan mad’u (yang diseru) pada keadaan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT.

Dakwah Fardiyah memiliki 3 (tiga) pendekatan :

  • Mafhum Da’wi
  • Mahfum Haraki
  • Mahfum Tanzhimi

Mafhum Da’wi dalam dakwah fardiyah yaitu : Usaha seorang Da’i untuk lebih dekat mengenal mad’u dalam rangka mengajaknya ke jalan Allah. (Baca dan tadabburi Al-Qur’an Surah Al-Fushilat : 33-36).

Mafhum Haraki dalam dakwah Fardiyah yaitu : Menjalin hubungan dengan masyarakat umum, kemudian memilih salah seorang dari mereka untuk membina hubungan lebih erat, dalam rangka menuntunnya kejalan Allah. (Pahami dan renungkan hadits riwayat Muslim )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”.

[Bukhari no. 2989, Muslim no. 1009]

Mafhum Tandzhimi dalam dakwah fardiyah, yaitu : Upaya pengorganisasian terhadap seorang mad’u yang diajak dan dituntun kejalan Allah, Tanzhim tersebut meliputi : taujih (arahan), Tauzif (Penugasan) dan tashnif (Penggolongan).

Urgensi Dakwah Fardiyah.

Betapapun dakwah fardiyah relatif lebih kecil jangkauannya dan lebih lambat hasil yang diraih sang Da’i, tetapi dakwah fardiyah memiliki kelebihan dan urgensi yang perlu dipertimbangkan oleh setiap aktifis dakwah.

Juru dakwah dituntut untuk memiliki skill mendidik, karena pengalaman dan latihannya yang kontinu dalam melayanai mad’u agar menjadi pribadi muslim yang baik.
Dalam dakwah fardiyah, para pelakunya terdorong untuk meningkatkan bekal berupa pengetahuan dan bekal-bekal dakwah lainnya.

Kegiatan juru dakwah yang dilakukan secara terbuka biasanya terlihat orang banyak, dimana sang Da’i diuji keikhlasannya, sedangkan dalam dakwah fardiyah sang Da’i tidak nampak oleh orang banyak, berarti ia teruji keikhlasannya, karena ia bekerja tanpa menunggu atau mengharapkan keuntungan material dari orang lain.

Juru dakwah dalam dakwah fardiyah adalah aktifis dakwah dengan segala makna dan penjabarannya, bahkan ia adalah seorang teladan bagi mad’unya. Mad’u dalam dakwah fardiyah adalah orang-orang pilihan berdasarkan pengetahuan dan ijtihad sang da’i. Dalam dakwah fardiyah, mad’u mendapat peluang bertanya dan berdialog serta berkonsultasi lebih dekat dan lebih banyak. Hubungan antara Da’i dan mad’u nampak lebih dekat dan harmonis.

Mad’u dalam dakwah fardiyah merasa selalu diperhatikan oleh sang Da’i, secara psikologis akan memberikan dampak positif. Arahan dan bimbingan lebih fokus dan efektif serta efesien (tak perlu biaya) dibanding dakwah umum. Dakwah fardiyah dapat dilakukan dalam segala situasi, kapan dan dimana saja dan dalam setiap peluang dan kesempatan sang Da’i.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya