oleh

Tips Sehat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Puasa adalah salah satu ibadah penting dalam banyak tradisi agama, termasuk agama Islam. Puasa biasanya dilaksanakan saat seseorang dalam kondisi sehat sehingga dampaknya adalah menyehatkan, bukan membahayakan, seseorang.

 

Bagaimanapun, jika kita sedang dalam keadaan kurang sehat, kita perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.

 

Puasa Ramadhan selain sebagai bentuk latihan fisik, ia juga merupakan sarana latihan mental dan spiritual. Nah di bulan Ramadhan, umumnya ada beberapa pola hidup yang berubah, dari mulai pola makan, tidur, serta aktivitas ibadah maupun bekerja.

 

Oleh karena itu, kita pun harus menyikapi dengan baik sehingga kita bisa tetap sehat dan bugar selama berpuasa. Berikut adalah tips puasa Ramadhan sehat.

 

  1. Cukup cairan tubuh

 

Sekitar 60% tubuh kita terdiri dari cairan. Hal itu tentunya menunjukkan betapa vitalnya cairan bagi kehidupan kita. Untuk itu, usahakan agar tubuh kita tetap memiliki cairan yang cukup selama berpuasa, tidak dehidrasi.

 

Kita bisa minum secara berkala pada malam hari sebelum puasa dan pada saat sahur. Bahkan saat tubuhmu tidak merasa haus sekalipun, kondisi demikian menunjukkan bahwa tubuhmu sedang menunjukkan tanda dehidrasi.

 

Minumlah minuman yang tidak mengandung kafein. Minuman berkafein akan menyebabkan tubuh mudah dehidrasi. Usahakan untuk minum air mineral atau minuman yang banyak mengandung ion.

 

Ketika berbuka, minumlah air mineral terlebih dahulu, ini tidak hanya kebiasaan yang sifatnya biasa, tetapi meminum air mineral pada saat berbuka juga membantu menambah hidrasi yang hilang selama berpuasa di dalam tubuh.

 

Rasulullah SAW juga biasa dibuatkan perasan air zabib (kismis) untuk menyegarkan tubuh beliau ﷺ dan menghindarkan dari dehidrasi.

 

Ibnu Abbas ra. meriwayatkan:

 

كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ الزَّبِيْبُ فِي السِّقَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَوْمَهُ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ فَإِذَا كَانَ مَسَاءُ الثَّالِثَةِ شَرِبَهُ وَسَقَاهُ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ أَهَرَاقَهُ

 

Rasulullah SAW biasa dibuatkan perasan zabib dalam wadah air minum, kemudian beliau meminumnya pada hari itu, esok harinya dan lusa, pada waktu sore di hari ketiga beliau masih menuangkan dan meminumnya, tapi jika masih juga tersisa maka beliau menumpahkannya (HR. Muslim).

Selain zabib, Rasulullah SAW biasa minum nabeez, minuman infus water yang berasal dari nutrisi buah kurma. Air nabeez bisa menjadi alternatif minuman untuk mencegah dehidrasi tubuh, terlebih ketika berpuasa. Selain itu, air nabeez juga juga lebih menyehatkan daripada jenis minuman manis seperti soda, jus kemasan, dsb.

 

  1. Usahakan makan makanan yang bervariasi dan sehat

 

Makanlah makanan yang beragam ketika petang bulan Ramadhan. Pada saat puasa, tubuhmu membutuhkan makanan yang bagus untuk mengimbangi puasa.  Biji-bijian utuh, sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, lemak sehat (lemak dari tumbuhan, seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan)—semuanya penting untuk memberi tubuhmu semua nutrisi yang dibutuhkannya.

 

Nah, di tengah situasi pandemi begini, banyak saudara kita yang kehilangan banyak pekerjaan, jangankan untuk makanan bervariasi, bisa makan saja sudah syukur.

 

Oleh karena itu, selain kesehatan kita terjaga selama puasa dengan makanan makanan yang yang sehat, kita juga perlu membantu saudara-saudara kita yang berpuasa agar bisa makan dan sahur dengan makanan yang sehat dan bergizi. Sesungguhnya, ada balasan yang dahsyat bagi orang-orang yang memberi makan orang yang berpuasa.

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

 

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga (HR. Tirmidzi)

  1. Berbuka/makan secara proporsional

 

Tubuh membutuhkan sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa ia sudah cukup makan. Jadi, jangan berlebihan makan ketika berbuka puasa. Makanlah saat kamu lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Hal ini dapat membuat tubuhmu rileks setelah tegang selama berpuasa.

 

Rasulullah SAW bersabda:

 

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

 

Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas (HR. Tirmidzi)

 

  1. Tetaplah beraktivitas

 

Meski berpuasa dapat membuat fisik kita cepat lelah, tetap usahakanlah untuk beraktivitas, jangan duduk apalagi menghabiskan waktu untuk tidur. Tetap usahakan olahraga, jika tidak memungkinkan dilakukan saat pagi hari atau sore hari, kamu bisa melakukannya ketika malam hari selesai shalat Isya dan tarawih.

 

Meskipun ada riwayat yang mengatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa di bulan puasa dihitung ibadah, tetapi tentu akan jauh lebih bernilai ibadah jika puasa kita diisi dengan aktivitas yang jauh lebih bermanfaat dari sekadar tidur. Misalnya, bekerja, belajar, olahraga, dsb., yang membuat tubuh kita tidak diam dan senantiasa bergerak.

 

Abdullah bin Abi Aufa ra. meriwayatkan:

 

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ

 

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah (Syuabul Iman)

Imam Ibnu Rajab menjelaskan bahwa yang dimaksud tidurnya orang berpuasa (di siang hari) yang bernilai ibadah adalah tidur yang diniatkan untuk memperbanyak amal ibadah di malam hari.

 

Syeikh Nawawi Al-Bantani mengatakan, “Hadis tidurnya orang berpuasa adalah ibadah ini berlaku bagi orang berpuasa yang tidak merusak puasanya, misal dengan perbuatan ghibah. Tidur meskipun merupakan termasuk lupa, tapi akan menjadi ibadah sebab dapat membantu melaksanakan ibadah.”

 

Jangan lupa simak juga Kajian Ramadhan Pagi di AR-RISALAH TV dengan tema “Panduan Muslim dalam Kesehatan di Bulan Ramadhan & Langkah Meraih Ridha Allah di Bulan Ramadhan”

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *