oleh

Jama’ah Haji KBIH Ar-Risalah mengikuti Program City Tour Jeddah

KBIH Ar-Risalah – Hari Kamis (30/08) Jama’ah Haji Reguler Ar-Risalah mengadakan Program City Tour Jeddah. Program City Tour Jeddah ini merupakan rangkaian untuk mengenal tempat bersejarah Agama Islam. Jama’ah Haji berangkat dari Hotel pada pukul 14.00 Waktu Arab Saudi.

Tempat pertama yang di kunjungi oleh para Jama’ah adalah Musium Ka’bah. Musium yang disebut dengan Haramain ini mempunyai arti “Dua Tanah Haram”. Maksud dua tanah haram ini tak lain kota Mekkah dan Madinah. Di depan pintu masuk, Jama’ah Haji Ar-Risalah disambut dengan tulisan The Exhibition of Two Holy Mosques Architecture (Museum Arsitektur Dua Masjid Suci). Musium Haramain ini menyimpan benda-benda dari dua masjid suci, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, yang usianya sudah berabad-abad.

Setelah berkunjung ke Musium Haramain (Ka’bah), Para Jama’ah Haji melanjutkan destinasi berikutnya yaitu Masjid Qishos dan melakukan Sholat Ashar Berjama’ah di Masjid tersebut.Dahulu Masjid ini bernama Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali. Konon, nama tersebut diambil dari nama Syeikh Ibrahim, seorang warga Jeddah kaya raya yang membangun masjid itu. Meski secara umum tak menyeramkan, ada satu sudut masjid yang menjadi lokasi eksekusi mati atau hukuman pancung. Posisinya persis di samping masjid. Luasnya tak seberapa bahkan terbilang kecil kurang lebih 25 meter persegi dan berlantai keramik.

City Tour Jeddah Program Jama’ah Haji Ar-Risalah City Tour Jeddah

Setelah berkunjung Ke Masjid Qishos para Jama’ah langsung berziarah ke Makam / Maqbaroh Ibunda Siti Hawa. Pemakaman Siti Hawa hanya ditandai tembok marmer setinggi tiga meter yang mengelilingi area seluas kurang lebih 400 meter persegi. Dan papan petunjuk di depan pintu masuk yang bertuliskan huruf Arab “Maqbarah Hawwa”. Artinya, makam Siti Hawa.

Di areal makam, sejauh mata memandang tidak terlihat gundukan tanah merah atau rumput hijau yang dihiasi batu nisan, seperti pemakaman-pemakaman di Indonesia. Seperti umumnya pemakaman di Arab Saudi, makam-makam ini hanya berupa lajur-lajur panjang yang kemudian dibagi dalam blok-blok yang panjangnya sekitar 1 meter.

Tidak ada tanaman atau pohon-pohon yang menghiasi makam. Makam terlihat berpasir, panas dan kering kerontang. Satu-satunya yang menghiasi makam adalah ratusan merpati hitam dan abu-abu jinak yang bertengger di sepanjang lajur makam. Sesekali burung-burung ini mengepakkan sayapnya, namun kembali lagi bertengger di makam.

Dari sinilah nama kota Jeddah berasal. Jeddah atau Juddah dalam bahasa arab berarti nenek. Dan pengertian nenek di sini merujuk kepada Siti Hawa.

Destinasi terakhir dari Program City Tour Jeddah adalah mengunjungi salah satu Shopping Center Cornes / Balad yang berada di Kota Jeddah. Balad merupakan kawasan lalu lintas perdagangan oleh Bangsa Yaman dan Eropa. Saat ini, Balad telah menjadi kawasan perdagangan oleh seluruh penduduk maupun pendatang yang berada di Jeddah. Setelah berkunjung ke Cornes / Balad, Seluruh Jama’ah Haji Reguler Ar-Risalah pulang kembali ke Hotel pada Pukul 21.00 WAS. Alhamdulillah menjelang 5 hari kepulangan ke Tanah Air Indonesia seluruh Jama’ah Haji Sehat Wal ‘afiat dan selalu di berikan kelancaran dalam menjalankan Ibadah Haji di Tanah Suci.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya