oleh

Untuk Apa kita Pergi Haji ?

Saat ini sudah datang musim haji, jutaan umat Islam akan berkumpul di tanah suci, termasuk yang datang dari Indonesia. Bahkan jama’ah haji Indonesia merupakan jama’ah terbesar di banding dengan negara negara lain.

Seluruh lapisan masyarakat berkumpul di arafah pada saat wukuf, mulai dari pejabat sampai rakyat, orang kaya dan miskin, orang pintar dan awam, bahkan dari latar belakang yang sangat berbeda-beda.

Untuk apa mereka ber-haji? Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam haditsnya: ”Akan datang suatu masa yang dialami umat manusia yaitu orang kaya dari umatku yang melaksanakan ibadah haji (niatnya) karena wisata, orang kalangan menengah (niatnya) karena  berdagang, orang kalangan ahli pengetahuan (niatnya) karena ria dan sum’ah dan kaum fakir (niatnya) karena untuk meminta-minta. (HR. Ibnu Jauzi).

Hadis tersebut memberikan peringatan kepada jama’ah haji bahwa, tidak semua orang yang menunaikan ibadah haji itu benar-benar ikhlas karena Allah SWT. Dari hadist Rasulullah SAW diatas, ada 4 hal yang menjadi latar belakang (niat) seseorang dalam melaksanakan ibadah haji :

Untuk Berwisata

Yaitu ibadah haji yang dilaksanakan bertujuan untuk jalan-jalan. Sehingga aktivitasnya di tanah suci lebih semangat jika diajak unutk jalan-jalan daripada ke masjid. Ibadah yang dilaksanakan di tanah suci tidak berpengaruh terhadap perbaikan dirinya.

Untuk Berdagang

Yaitu seseorang yang beribadah haji bertujuan untuk berbelanja, sehingga aktivitasnya selama di tanah suci lebih banyak aktivitas berdagang atau berbelanja dari pada beribadah kepada Allah SWT.

Karena Riya dan Sum’ah

Yaitu seseorang yang melaksnakan ibadah haji sekedar unutk mengejar status sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat yakni mendapat gelar haji atau hajjah. Sehingga ia mudah tersinggung jika namanya disebut tanpa memakai gelar haji.

Untuk Meminta-Minta

Yaitu kalangan kaum fakir yang berangkat ke tanah suci untuk mengharap belas kasihan dengan harapan sekembalinya dari tanah suci ia dapat mengumpulkan harta yang banyak. Sehingga, ia menjadikan aktivitasnya untuk meminta-minta sebagai profesi tahunan baginya.

Bagi jama’ah yang sedang menunaikan ibadah haji harus benar-benar menjaga niatnya, jangan sampai terlintas dalam hatinya karena berwisata, berdagang dan jangan sampai riya dan sama’ah atau karena ingin minta-minta. Jaga hati hanya melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT agar dapat meraih haji mabrur dan ridho Allah SWT. Amin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya