by

Kisah Harokah Dakwah Alumni Pendidikan Dakwah Ar-Risalah 2013

Ada banyak jalan untuk berdakwah dan mengajak Umat Muslim untuk menjalankan dan mematuhi perintah Allah SWT, salah satunya yang dilakukan oleh Ust.Suherman,S.Sos.I, Alumni Pendidikan Dakwah Ar-Risalah Tahun 2013.

Dengan bermodal belajar melalui pendidikan dakwah Ar-Risalah, kini sukses mengembangkan Majelis Taklim Al-Baqiyatus-Sholihat di kediamannya di jalan H. Baping Gg. Damai Susukan Ciracas Jakarta Timur

Pada pertengahan tahun 2015 Majelis Taklim yang di bentuknya adalah sebuah pengajian kecil-kecilan,perjuangan dakwah dengan penuh tantangan sebagaimana seperti Rasulullah sewaktu beliau menyebarkan Agama Islam, tetapi tidak sesulit seperti Rasulullah, namun dengan kesabaran, keiklasan dan terus meminta pertolongan Allah SWT akhirnya kami lambat laun Majelis Taklim Al-Baqiyatus Sholihat mulai menampakkan diri dalam mensyiarkan risalah ilahi.

Dalam kurun waktu 3 tahun Majelis Taklim yang merupakan binaan dari Pendidikan Dakwah Ar-Risalah ini telah mendatabasekan 200-an santri dan jama’ah dari Majelis Taklim Al-Baqiyatus Sholihat.

Selain kesibukannya dalam berkhidmat menjadi Direktur Pendidikan Ar-Risalah mulai dari tahun 2016, kini Ust. Suherman masih tetap istiqomah mengadakan kegiatan taklim di kediamannya antara lain : Kajian Tahsin AL-Qur’an yang di pimpin oleh Ust. M. Sholeh Syahroni, MA (Ahad Pagi), Kajian Nahwu Shorof yang di bimbing oleh Ust. Ahmad Ruchi Ghozali (setiap malam sabtu), Pengajian kaum ibu (Jum’at Pagi) dan Kajian Remaja (malam selasa) yang di bimbing oleh Ust. Suherman sendiri, Taman Pendidikan Anak-Anak yang diadakan setiap hari ba’da maghrib.

Pesannya untuk para Mahasiswa Pendidikan Dakwah : “Jangan pernah berhenti untuk berdakwah, mulailah dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Jangan berdiam diri untuk terus berjalan di jalan dakwah, mumpung masih ada waktu, masih kuat tenaga dan pikiran kita, gencarkan perjuangan dakwah ini.”

Tak perlu merasa bahwa kita harus menuai hasilnya pada saat kita masih hidup. Bukankah para pahlawan perjuangan banyak yang tak menyaksikan hasil perjuangannya? Dan Allah pun hanya akan mencatat usaha yang kita lakukan. Bukan hasil yang kita dapat. Biarlah, anak-cucu kita saja yang akan menikmati keberhasilan upaya kita. Itu sebabnya, jadilah seorang pejuang dakwah yang bisa dikenang sejarah tanpa kita sendiri merasa harus menjadi pahlawan. Biarlah hanya Allah yang mencatat amal baik kita. Wallahu a’lam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya