by

Karakteristik Etos Kerja Islami

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah (58) : 11

Allah SWT menjadikan semua yang ada di bumi sebagai lapangan untuk mencari rezeki atau kehidupan. Oleh karena itu, bertebaranlah di muka bumi ini untuk mencari anugerah dari Allah SWT. Al-Qur’an menganjurkan manusia agar bersikap disiplin dan menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Apabila seseorang ingin mengalami kesuksesan dalam kehidupannya, salah satu modal utama adalah memiliki etos kerja yang tinggi. dalam artikel ini akan di ulas dua karakteristik Etos kerja Islam di antaranya :

Kerja Merupakan Penjabaran Aqidah

Manusia adalah makhluk yang dikendalikan oleh sesuatu yang bersifat batin dalam dirinya, bukan oleh fisik yang tampak. Ia terpengaruh dan diarahkan oleh keyakinan yang mengikatnya. Faktor agama memang tidak menjadi syarat timbulnya etos kerja tinggi seseorang. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang tidak beragama mempunyai etos kerja yang baik. Tetapi ajaran agama merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi sebab timbulnya keyakinan pandangan serta sikap hidup mendasar yang menyebabkan kerja tinggi manusia terwujud.

Kerja Dilandasi Ilmu

Konsekuensi Islam sebagai agama ilmu dan amal (termasuk kerja) menuntut umat Islam untuk selalu mengupayakan peningkatan serta pemerataan keduanya secara sungguh-sungguh.

  • Bahwasannya sumber ilmu yang mendasari etos kerja islami adalah wahyu dan keteraturan hukum alam (hasil penelitian akal)
  • Bahwasannya ilmu ‘aqliy, sebagaimana ilmu yang berdasarkan wahyu, dalam Islam dipandang amat penting serta menempati posisi yang amat tinggi bersama iman.
  • Bahwasannya proses memperoleh ilmu ‘aqliy adalah dari keteraturan hukum alam (sunatullah atau ketetapan takdir yang mungkin diketahui secara objektif). Pemahaman itu memperkuat iman serta mendidik orang Islam bersangkutan untuk beretos kerja tinggi Islami, bersikap ilmiah, proaktif, berdisiplin tinggi, dan seterusnya.
  • Kerja dengan Meneladani Sifat-Sifat Ilahi serta Mengikuti Petunjuk-PetunjukNya.

Keistimewaan orang yang beretos kerja islami aktivitasnya dijiwai oleh dinamika aqidah dan motivasi ibadah. Orang yang beretos kerja islami menyadari bahwa potensi yang dikaruniakan dan dapat dihubungkan dengan sifat-sifat Ilahi pada dasarnya merupakan amanah yang mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya secara bertanggung jawab sesuai dengan ajaran (Islam) yang ia imani. Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits Rasul banyak yang menyuruh atau mengajarkan supaya orang Islam giat dan aktif bekerja. Artinya, agar mereka giat memanfaatkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka, sekaligus memanfaatkan sunatullah di alam ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *