by

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tantangan Kader Pendidikan Dakwah

Ketua Dewan Pembina Yayasan Ar Risalah, Drs. KH M. Chozin Machmud,MM menilai penampilan santri Ar Risalah, Cariu, Bogor sebagai penceramah cilik, dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan Yayasan Ar Risalah, sudah sangat bagus. Sehingga ini menjadi tantanggan bagi peserta pendidikan dakwah, kalau para dosen dan mahasiswanya tidak kreatif dalam pendidikan tersebut.

“Mereka baru usia SMP atau SMK sudah seperti itu. Kalau para peserta pendidikan dan dosen Lembaga Perndidikan Dakwah tidak mampu meningkatkan kreatifitas dalam berdakwah, maka para calon ustadz dan dai akan disalip anak-anak para santri Ar Risalah itu yang masih SMP dan SMK itu. Ini tantangan bagi para dai atau penceramah pada umumnya. Karena, sebagai kader dakwah milenial, mereka akan terus berkembang dengan cepat,’’ tegas Chozin Machmud dalam ceramahnya.di acara tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Yayasan Ar Risalah ini berlangsung di halaman Gedung Ar Risalah Jalan Raya Bogor Km 26 Ciracas, Jakarta Timur hari Ahad lalu. Acara ini berlangsung cukup meriah dengan menampilkan potensi-potensi seni budaya Islam hasil binaan Ar Risalah yang kini memasuki usia 15 tahun.

Seperti seni hadrah, marawis, bacaan shalawat Nabi, bacaan tilawatil Quran oleh para santri serta ceramah para dai cilik dari SMP dan SMK Pesatren Ar Risalah. Mereka sebagai calon atau kader pemimpin kita di masa mendatang.
Sedangkan Ketua Panitia Peringatan Maulid ini, Ustadz H. Nur Kholis mengungkapkan, mereka yang ditampilkan dalam acara Maulid ini adalah pilihan setelah dididik selama setahun dalam bidang masing-masing. ‘’Mereka adalah pemenang di tingkatan masing-masing,’’ tegas ustadz yang keren dipanggil ustad Nicolas itu dalam sambutannya.

Lebih lanjut, KH. Chozin bertanya kepada para jamaah yang memenuhi halaman dan aula Ar Risalah hingga mencapai sekitar 700 an orang itu. “Ada gak anak-anak santri ini yang lebih pintar baca Al Quran dibandingkan dengan ibu-ibunya?,’’ tanyanya, yang dijawab dengan meriah oleh para jamaah yang hadir, “Banyaaakk.’’
“Ada gak anak-anak ini lebih pinter pakai gadget (HP Smartphone) dari pada ibu-ibu dan bapak-bapaknya?,’’ Yang dijawab meriah oleh para jamaah, ….’’Banyak…. “Ada gak anak-anak ini pakai komputer yang lebih hebat dari anak-anaknya?’’ Lagi-lagi para jemaah menjawabnya… ‘’banyak…..’’.

Itu semua, menurut perintis berdirinya Ar Risalah bersama sejumlah tokoh lainya itu, adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Masa depan bukan milik kita lagi, melainkan milik para anak didik dan santri kita yang ada sekarang. “Kita harus melahirkan generasi yang kreatif, generasi-generasi yang sukses, karena merekalah yang akan memimpin kita dan dunia masa depan. Kita berharap mereka menjadi anak shaleh dan shalehah untuk memimpin kita di masa mendatang,’’ tegasnya kemudian.

Dasari Dengan Niat Baik

Menurut KH. Chozin, kegiatan peringatan maulid seperti ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seremonial atau upacara-upacara pada umumnya. Kita hadir di sini ketemu dengan teman-teman lama, lantas bersalam-salaman, melepas kangen, dilanjutkan dengan mengikuti pembacaan ayat suci Al Quran, bacaan shalawat, menikmati kesenian yang ditampilkan para santri, ada sambutan-sambutan kemudian ceramah.

Kalau kegiatannya hanya seperti itu, semua itu tidak berbeda dengan upacara-upacara anak sekolah. Selesai upacara bubar, meneruskan kegiatannya belajar di kelas masing-masing.

Agar kegiatan ini lebih punya makna, menurut tokoh yang mengabdikan dirinya sebagai dai atau muballigh itu, niatkan untuk tholabul ilmi atau menuntut ilmu. Beliau lantas mengutip suatu hadits Sabda Rasulullah yang mengatakan, “Dudukmu di majelis ilmu sesaat saja, maka itu pahalanya lebih utama dari pada shalat seribu rakaat.’’
Jadi, katanya lebih lanjut, niatkan kita mengikuti acara ini dengan niat baik, yakni thalabul ilmi. Bahkan, kalau niat itu dimulainya sejak dari rumah, maka dalam perjalanan menuju ke majelis ini, bapak-bapak dan ibu-ibu dipayungi oleh para malaikat rahmat sampai di majelis ini. Sehingga, kalau kita semua selalu berdoa saat di majelis ini, maka semua diaminkan oleh para malaikat.

“Kalau doa kita diaminkan para malaikat, maka doa kita akan cepat terkabulkan hajat kita oleh Allah SWT. Jadi, luar biasa fadlilah kehadiran kita di majelis ini,’’ tambahnya.

Sebagai pengelola pemberangkatan haji khusus dan umrah. Menurutnya, rata-rata setiap bulan Risalah Tour & Travel memberangkatkan satu atau dua bis. Bahkan, bisa lebih. “Akhir Desember ini saya akan ikut memimpin jamaah umrah kita. Sehingga, nanti kita bertahun baru di Masjidil Haram. Jadi, kalau kita di sini bertahun baru di Ancol, kita akan bertahun baru di Masjidil Haram. Semoga tahun baru kita berkah bagi kita semua. Amin amin ya rabbal alamin,’’ tegasnya, kemudian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *