by

Meneladani Ekonomi Nabi Yusuf A.S

Perhatian Islam terhadap ekonomi begitu besar. Salah satu yang menarik adalah kisah Nabi Yusuf a.s. dalam melakukan kegiatan ekonomi. Tapi, kebanyakan dari kita mendengar kisah Nabi Yusuf as. hanya seputar cerita ketampanan nabi Yusuf as. yang memikat banyak wanita. Padahal salah satu praktik cikal bakal perekonomian Islam ada pada kisah Nabi Yusuf a.s. Dalam hal ini yaitu Manajemen Keuangan. Praktek perekonomian tersebut terangkum dalam QS. Yusuf ayat 43-49.

Dikisahkan dalam al-Qur’an, pada saat itu terdapat Raja Mesir (Fir’aun) yang bermimpi sangat unik tetapi sangat menganggu pikiran dan hatinya. Di dalam mimpinya, terdapat 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk kemudian mati dimakan oleh 7 sapi yang kurus. Juga terdapat 7 gandum yang hijau dan 7 gandum yang kering.

Dalam benak pikirannya Raja Fir’aun, mimpi ini berkaitan dengan posisinya sebagai penguasa Mesir. Setelah berita mimpi tersebut tersebar, sehingga banyak masyarakat yang binggung dengan mimpi sang raja. Tiba-tiba salah seorang pelayan raja mengatakan bahwa ia mengenal seseorang ketika masih bersama di dalam penjara yang bisa menafsirkan mimpi tersebut, penafsir mimpi itu bernama Yusuf a.s.

Mimpi raja tersebut kemudian ditafsirkan oleh Nabi Yusuf a.s. Arti dari mimpi tersebut yaitu bahwa Mesir akan mengalami 7 tahun masa makmur dan 7 tahun kemudian mengalami masa paceklik. Setelah penafsiran itu, Raja menjadi kagum terhadap kemampuan Nabi Yusuf dalam menafsirkan mimpinya. Singkat cerita, akhirnya Raja Mesir mengangkat nabi Yusuf a.s. sebagai pejabat tinggi di wilayah Mesir yang ditugaskan khusus menangani masalah pangan dan logistik.

Dari kisah nabi Yusuf a.s. tersebut, ada gambaran kita harus bersiap menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan, sehingga manusia perlu berjaga-jaga dalam menghadapi hal tersebut. Walaupun faktanya musibah tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan manusia, juga merupakan qadla dan qadar dari Allah Swt., tetapi kita juga harus mempunyai rencana untuk hari depan (dunia dan akhirat). Dalam hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hasyr ayat 18.

Oleh karena itu, kita harus berikhtiar atau berusaha memperkecil resiko yang terjadi di masa mendatang. Dalam hal ini yaitu manajemen keuangan dengan menyimpan atau menabung uang sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi kemungkinan (yang tidak terduga) di masa mendatang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya