by

Makna filosofis berwudlu bagi seorang muslim

Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai ke dua mata kaki” (QS. Al Maidah:6).

 

Wudhu adalah kegiatan membersihkan diri menggunakan air bersih sebelum melakukan shalat bagi kaum muslimin. Meski wudlu adalah kegiatan membersihkan diri, namun wudhu tidak bisa digantikan dengan mandi. Dengan demikian, seorang muslim yang akan melaksanakan shalat tetap harus berwudhu walau ia baru selesai mandi sekalipun. Dari uraian tersebut, tentulah kegiatan wudhu memiliki arti tersendiri dan bukan sekedar membersihkan bagian-bagian indrawi. Jika wudlu bukan sekedar membersihkan bagian-bagian indrawi belaka, maka pastilah memiliki makna filosofis yang merupakan pesan non verbal yang biasanya bernilai edukasi. Makna filosofis berwudlu diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. Membasuh Wajah ( muka )

Filosofis membasuh wajah dalam wudhu adalah membasuh ‘wajah ruhani’ agar kembali segar (refresh) dan otentik, terbebas kembali dari debu-debu kehidupan yang mengotori batin. Wajah ruhani meliputi ideologi, pandangan hidup, dan kepribadian.Mata adalah bagian dari wajah. Mata selain bermakna pandangan hidup, juga bermakna sebenarnya, yakni mata badani. Membasuh mata berarti membasuh kembali (refresh) dari penglihatan-penglihatan maksiat baik yang disengaja maupun yang tak disengaja ! Mulut adalah bagian terpenting lainnya dari wajah. Membasuh mulut berarti membasuh diri dari dosa-dosa yang berasal dari ucapan-ucapan yang tidak baik.Maka ketika membasuh wajah hendaklah kita membaca do’a : “Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari dimana putihnya wajah-wajah dan hitamnya wajah-wajah.”

 

  1. Membasuh Tangan ( sampai siku )

Tangan memiliki makna ‘kuasa’ atau ‘perbuatan’. Berbagai pekerjaan sehari-hari dilakukan dengan tangan. Tidak jarang tangan yang kita miliki ini digunakan untuk bermaksiat kepada Allah SWT. Saat membasuh tangan, mungkin sebaiknya batin kita berkata,”Ya Allah, hamba mohon ampun dari pekerjaan dan perbuatan yang keji, dan hindarilah hamba dari perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat.”

 

  1. Membasuh Kepala ( sebagian Rambut )

Kepala bermakna ‘pikiran’ atau ‘cara berpikir’. Membasuh kepala bermakna membersihkan batin dari pikiran atau cara berpikir yang keliru. Kesalahan berpikir bukanlah persoalan langka, kesalahan berpikir bisa saja kita lakukan berkali-kali dalam 24 jam. Membasuh kepala bermakna pula membasuh batin dari pikiran-pikiran kotor dan jahat. Saat membasuh kepala, mungkin ada baiknya batin kita berucap, ” Ya Allah, hamba berlindung kepadaMu dari pikiran-pikiran yang kotor dan jahat, dan dari cara berpikir yang salah.”

 

  1. Membasuh Kaki ( hingga mata kaki )

Kaki bermakna ‘jalan hidup.’ Membasuh kaki bermakna membersihkan batin dari ‘jalan hidup’ yang melenceng, bermakna pula menghapus jejak jejak hidup yang kelabu untuk kembali kearah yang benar. Saat membasuh kaki, hendaklah membaca doa : “Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol mustaqim pada hari dimana kau tetapkan kaki-kaki orang shaleh.”

 

Demikianlah filosofis singkat tentang wudhu dan masih banyak rahasia-rahasia yang terdapat dalam syari’at ini, semoga kita mampu mengambil setiap hikmah dari syari’at yang Allah tetapkan pada kita sehingga menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepa Allah SWT. Wallahu a’lam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya