oleh

KEHANCURAN SUATU NEGARA

Rasulullah SAW ber-sabda: “Sesungguhnya Allah SWT, jika berke-hendak untuk meng-hancurkan seorang hamba. Maka Dia akan mencabut rasa malu dari hamba tersebut.” (HR. Ibnu Majah)

Kehidupan manusia atau suatu bangsa di dunia ini bagai-kan sebuah roda, mengalami pasang surut, bangkit dan han-cur. Pertanyaannya adalah apa faktor utama yang menyebabkan kehancuran tersebut? Dari uraian hadits tersebut di atas, ada tiga faktor utama yang menyebabkan kehancuran, yaitu hilangnya rasa malu, hilang-nya amanah dan hilangnya kasih sayang.

  • Hilangnya Rasa Malu

Apabila rasa malu sudah tercabut dan tidak lagi dimiliki  oleh manusia, maka ia tidak akan segan-segan lagi untuk melakukan berbagai bentuk kejahatan dan kemaksiatan. Kita perhatikan fenomena saat ini, dimana manusia sudah terang terangan melakukan kemaksiatan, perzinahan, perju-dian dan mabuk-mabukan sudah menjadi pemandangan yang biasa disetiap kegelapan sudut jalan.

Begitu juga dengan peran pemimpin kita, mereka dengan bangga melakukan korupsi, memperkaya diri sendiri dan selalu mencoba memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara tanpa memperhatikan halal-haram. Akibatnya negara akan terpuruk dan menjadi boneka oleh negara lain di dunia. Oleh karenanya, kita jaga rasa malu dalam diri kita, malu berbuat dosa, malu ber-buat dzalim, malu berbuat semua yang dilarang oleh Allah SWT. karena malu merupakan bagian dari iman.

  • Hilangnya Sikap Amanah

Amanah adalah segala sesuatu yang dicurahkan kepada kita sebagai sebuah kepercayaan. Baik amanah tersebut dari Allah, dari kita sendiri, atau dari orang lain. Apabila seseorang sudah me-nyia-nyiakan amanah, bahkan amanah dijadikan kesempatan untuk mencari dan memenuhi kepentingan dan kebutuhan pri-badi atau golongan, maka tunggu-lah saat kehancuran. Coba kita perhatikan para pemimpin kita dan pemegang amanah, mereka jadi-kan ke-sempatan untuk mengumpul-kan pundi-pundi kekayaan mereka, meskipun dengan jalan harus berkhianat dan mendho-limi orang lain. Padahal Rasu-lullah SAW sudah mengingat-kan kita lewat sabdanya: “Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad)

  • Hilangnya Kasih Sayang

Kasih sayang merupakan cermin cinta. Cinta yang benar akan melahirkan sikap saling menghormati, menutupi aib, menolong dan bekerja sama. Jika kasih sayang hilang, maka akan muncul permusuhan dan berakibat pada tindak kejahatan atau kerusuhan.

Diantara penyebab hilang-nya kasih sayang adalah adanya sifat pemarah. Sifat ini sangat berbahaya dan merusak tatanan kehidupan pribadi dan bermas-yarakat. Marah juga melahirkan kema-rahan orang lain sehingga dapat me-rusak silaturahim.

Menahan amarah tentu tidak mudah, apalagi jika kita dalam kondisi yang benar / terdholimi. Karena itu-lah, Allah menjanjikan pahala yang besar bagi yang mampu memohon amanah. Rasulullah SAW bersabda: “Tiada tegukan yang ditelan hamba yang lebih besar pahalanya daripada tegukan kemarahan yang ditahannya semata-mata karena Allah” (HR. Ibnu Ma-jah dan Ahmad)

Di awal bulan Agustus ini, marilah kita perbaiki kehidupan kita dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai mutiara yang tercantum dalam hadits di atas. dan kita berjuang memperbaiki kekurangan di tahun lalu.

Semoga dengan memelihara rasa malu, menjaga amanah dan meebarkan kasih sayang kepada sesama sebagaimana yang tercantum dalam hadits diatas. Kita dapat terjaga dari kehancuran atau kebinasaan dalam menjalani episode kehidupan di tahun ini dan di masa yang akan datang. Amiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya