oleh

5 Tips Generasi Islam Menuju Berkemandirian Ekonomi Ala Ustadz Abdul Manaf, M.Pd

Meski Umat Islam sebagai Umat terbaik (khairu ummah) namun dalam kehidupan di masyarakat belum bersaing dengan Umat atau kelompok yang lain. Hal ini salah satunya karena masih adanya sikap mental enggan menjadi pribadi pembelajar. Selain itu masih adanya sikap hanya rasa bangga dengan sebutan semata tanpa ada karya nyata.

Terkait dengan predikat sebagai Umat terbaik menurut Ustadz Abdul Manaf, M.Pd I, (dosen IPRIJA, ARRISALAH dan Pebisnis MILAGROS) Umat Islam harus memiliki tiga tekad dasar yakni menjadi pribadi yang unggul, mandiri dan bermartabat. Ia menambahkan ditengah persaingan yang semakin ketat maka Umat Islam juga dituntut harus memiliki keunggulan dalam segala bidang sehingga mempunyai daya saing yang kompetitif.

Umat Islam harus memiliki IMPIAN, SIKAP POSITIF dan mental kemandirian. Dalam hal ide, sambungnya seorang atau kelompok muslim harus memiliki kreativitas serta originalitas karya. Tak kalah pentingnya menurutnya adalah kemandirian dari segi financial dengan mengaktifkan sendi-sendi ekonomi yang dimiliki Umat.

Bagaimana memulainya agar dapat berkemandirian Ekonomi ? Pertama, Mempunyai Mimpi yang Kuat untuk Sukses (The Power of Dreams) . Berapapun banyak cita-cita yang dimiliki, jangan pernah berharap sukses jika tidak punya impian. Catatlah impian yang jelas dalam diri anda.

Kedua, Membudayakan sikap Positif (the power of positif thingking) dalam kehidupan kita. Setelah impian sudah tersusun baik maka bersikaplah Positif, dengan menjauhkan kata-kata negatif yang akan menghambat impian anda. Ingat dan Pahami Al-Qur’an surat Ar-Ra’d : 11 ““Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”.

Ketiga, Berani Memulai (the power to do). Mulailah apa yang ingin dilakukan, jangan pernah takut gagal. karena kesuksesan akan datang dengan Memulainya dengan cara yang sederhana. karena Orang Sukses akan Berkata ” melakukan hal itu mungkin sulit, tapi PASTI BISA”. berbeda dengan Orang Gagal yang berkata “Melakukan hal itu mungkin bisa, tapi SANGAT SULIT.

Keempat, Belajar terus menerus (The Power of knowledge). Orang – Orang yang sukses banyak menghabiskan waktu untuk belajar, baik itu belajar dari kesalahan maupun pengalaman.

Kelima, Do’a Tanpa Henti (The Power of Spiritual). jika kita pahami lebih lanjut Ungkapan ” Do’a Tanpa Usaha adalah Omong Kosong dan Usaha Tanpa Do’a adalah Sombong”, ada benarnya. karena Do’a dan Usaha tidak dapat dipisahkan. karena do’a merupakan bentuk permohonan kita kepada Sang Kholiq. Karena di balik kelebihan-kelebihan yang kita miliki, kita masih menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. Untuk itu, kita perlu meminta kepada Allah SWT.

Berita Lainnya